Bagi banyak orang, Walk-in Closet (WIC) adalah simbol kemewahan. Sebuah ruangan khusus di mana Anda bisa berjalan masuk ke dalam lemari Anda. Namun, WIC bukan hanya soal gaya. Ini adalah tentang manajemen penyimpanan. Tanpa desain yang benar, WIC bisa menjadi gudang pakaian yang pengap dan sarang jamur.
1. Dimensi & Ergonomi: Berapa Ukuran Minimal?
Jangan memaksakan membuat WIC jika lahannya tidak cukup.
- Kedalaman Lemari: Minimal 60 cm. Kurang dari itu, lengan kemeja jas Anda akan terjepit pintu.
- Area Sirkulasi (Lorong): Minimal 80 cm - 90 cm agar Anda bisa berjalan dan berganti pakaian dengan nyaman.
- Total Lebar Ruangan: Jika ingin lemari berhadapan (kanan-kiri), Anda butuh lebar bersih ruangan minimal 2 meter (60cm lemari + 80cm jalan + 60cm lemari).
2. Musuh Utama: Kelembaban & Jamur
Di Indonesia, lemari tertutup rapat di ruangan ber-AC adalah resep bencana. Suhu dingin AC bertemu udara hangat saat AC mati menciptakan kondensasi. Tas kulit mahal seringkali menjadi korban (lengket/mengelupas).
Solusi Anti-Jamur Batara
- Sirkulasi Udara: WIC harus memiliki ventilasi (jendela) atau Exhaust Fan yang menyala berkala untuk membuang udara lembab.
- Dehumidifier: Siapkan colokan listrik di sudut bawah untuk alat penyerap lembab elektrik.
- Pintu Kaca / Tanpa Pintu: Menggunakan pintu kaca atau konsep Open Wardrobe membantu sirkulasi udara lebih baik daripada pintu kayu solid tertutup rapat.
3. The Magic of Lighting (Pencahayaan)
Pernahkah Anda memakai baju yang Anda kira warna hitam, ternyata di luar rumah warnanya biru tua? Itu karena *Color Rendering Index* (CRI) lampu Anda buruk.
- Warna Lampu (Temperature): Hindari Warm White (3000K) yang terlalu kuning untuk area cermin, karena merubah persepsi warna makeup dan baju. Gunakan Natural White (4000K) yang paling mendekati sinar matahari.
- LED Strip Tanam: Di setiap ambalan rak, kami menanam lampu LED strip dengan profil aluminium bersudut 45 derajat. Ini membuat koleksi tas/sepatu Anda terlihat seperti display toko mewah, sekaligus memudahkan mencari barang di sudut gelap.
4. Material: HPL vs Duco vs Glass
| Material | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| HPL (Laminasi) | Tahan gores, banyak motif kayu, pengerjaan cepat. | Ada sambungan hitam di sudut (nut). |
| Cat Duco | Mewah, seamless (tanpa sambungan), bisa profil klasik. | Mudah tergores/baret, harga mahal, bau cat saat baru. |
| Pintu Kaca + Frame Aluminium | Tampilan modern, isi lemari terlihat (memaksa kita rapi). | Isi lemari harus selalu rapi, kaca bisa pecah. |
Desain Lemari Impian?
Kami mendesain furniture bukan hanya soal tampilan, tapi fungsi. Batara Creative Construction memproduksi custom furniture dengan bahan Blockmin 18mm (bukan serbuk kayu) dan aksesoris Soft Close. Dapatkan desain 3D gratis sebelum produksi.
Hubungi Tim Interior