Kembali ke Artikel

Dinding Penahan Tanah (Turap): Jangan Tunggu Longsor Baru Menyesal

Membangun rumah di lahan berkontur (miring) atau beda tinggi dengan tetangga memiliki risiko besar. Salah perhitungan turap bisa menyebabkan bangunan amblas. Kenali jenis Retaining Wall yang tepat untuk lahan Anda.

Konstruksi Dinding Penahan Tanah Batu Kali

Konstruksi Dinding Penahan Tanah (DPT) membutuhkan pondasi telapak yang lebar untuk menahan gaya guling akibat tekanan tanah aktif.

Banyak kasus rumah retak parah atau pagar roboh bukan karena pondasi rumahnya jelek, tapi karena tanah di bawahnya bergerak (longsor) ke lahan tetangga yang lebih rendah. Di sinilah peran vital Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall/Turap). Ini adalah struktur teknik sipil murni, bukan pekerjaan tukang batu biasa.

1. Turap Batu Kali (Gravity Wall)

Jenis paling umum dan ekonomis. Mengandalkan berat sendiri (gravitasi) tumpukan batu untuk menahan dorongan tanah.

2. Turap Beton Bertulang (Cantilever Wall)

Dinding beton tipis (seperti huruf L terbalik) yang diperkuat besi tulangan.

3. Bronjong (Gabion)

Anyaman kawat baja berlapis seng (galvanis) yang diisi batu-batu kali.

Rahasia Anti Jebol: Pipa Sulingan!

Musuh utama turap bukan tanah, tapi AIR. Saat hujan, tanah di belakang tembok menjadi bubur dan beratnya naik 2x lipat (tekanan hidrostatis). Turap WAJIB memiliki lubang-lubang pembuangan air (Weep Holes/Sulingan) dari pipa PVC setiap jarak 1-2 meter. Di belakang pipa itu harus diberi saringan ijuk/kerikil agar tanah tidak menyumbat pipa. Tanpa sulingan, tembok sekuat apapun pasti jebol didorong air.

Amankan Lahan Anda!

Jangan main-main dengan tanah miring. Tim Sipil Batara Creative Construction menghitung beban tanah, gaya guling, dan gaya geser sebelum membangun turap. Kami pastikan investasi properti Anda aman dari erosi dan longsor.

Konsultasi Struktur

Bagikan Artikel Ini